Skip to main content

Agar Rekaman CCTV tidak hilang

 


Agar Rekaman CCTV tidak hilang

Rekaman CCTV  rusak (atau sengaja dirusak). Begini cara menjaga rekaman CCTV agar tidak hilang.

Sebelum membahas cara menjaga rekaman CCTV agar tak rusak atau hilang, ada baiknya kita mengenal dulu jenis-jenis CCTV (atau tepatnya kamera pengawas) yang sering dipakai, agar tak salah kaprah.

Secara umum, kamera pengawas terbagi menjadi dua jenis, yaitu closed circuit television atau CCTV dan IP camera. Perbedaan keduanya yang paling mendasar adalah format perekamannya. CCTV merekam video dalam bentuk analog, sementara IP camera merekam dalam bentuk digital.

CCTV membutuhkan perangkat bernama digital video recorder (DVR) untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, mengkompres data, dan menyimpannya ke hardisk. DVR ini juga bisa dihubungkan ke monitor atau TV untuk menampilkan video yang direkam.

Sementara IP camera merekam dalam bentuk digital, sehingga bisa disimpan langsung ke dalam berbagai jenis kartu memori, misalnya SD card. Bisa juga langsung disimpan ke hardisk yang terpasang di jaringan, atau menyimpannya ke dalam perangkat bernama network video recorder (NVR). Videonya pun bisa langung ditonton lewat berbagai perangkat, misalnya dari ponsel, tablet, ataupun laptop.

Oh ya, karena CCTV menggunakan format analog, kabel yang dipakai pun kabel analog, dalam hal ini kabel coaxial. Sementara IP camera menggunakan kabel LAN, atau yang kebanyakan IP camera juga bisa terhubung langsung menggunakan WiFi.

Secara kualitas, resolusi dari CCTV lazimnya lebih rendah dari kebanyakan IP camera yang ada di pasaran. Yaitu hanya 720 x 575, sementara IP camera entry level biasanya sudah merekam dalam resolusi 1080p. Efeknya? Jelas, video yang dihasilkan akan lebih tajam dan bisa di-zoom secara digital jika diperlukan.

1. Gunakan media penyimpanan yang andal

Pada dasarnya, baik SD card ataupun hardisk bisa menyimpan data dalam waktu yang sangat lama, kecuali menggunakan produk abal-abal, misalnya SD card yang mereknya tak jelas atau malah produk tiruan. Jadi seharusnya, selama menggunakan produk yang asli, data rekaman bisa awet dalam waktu lama. Kecuali memang sengaja dirusak.

2. Backup ke cloud.

Agar lebih aman, data yang sudah direkam ke kartu SD atau hardisk lebih baik dibackup ke cloud storage, seperti One Drive atau Google Drive. Atau biasanya tiap pabrikan pun menyediakan layanan backup ke cloud, misalnya Hikvision dan anak usahanya, Ezviz. Dengan begitu, jika kartu SD atau hardisk rusak, rekaman videonya pun tetap bisa diakses dari cloud.

3. Simpan di ruangan ber-AC

DVR atau NVR di tempat yang sirkulasi udaranya bagus, atau lebih baik lagi jika disimpan di ruangan ber-AC agar suhunya tetap sejuk. Jika terpaksa disimpan di ruangan tidak ber-AC, pastikan lubang ventilasi di perangkat tidak tertutup debu.

4. Pasang pengaman listrik

Salah satu penyebab kerusakan perangkat elektronik adalah listrik tak stabil atau sering tiba-tiba mati. Untuk itulah, akan lebih baik jika perangkat DVR dan NVR dipasangi stabilizer untuk menjaga tegangan listrik dan uninterruptible power supply (UPS) sebagai backup jika listrik mati.

5. Update firmware terbaru

Anda bisa mengecek ke situs pembuat sistem CCTV-nya untuk memastikan firmware di DVR sudah yang paling baru. Seringkali, pembaruan firmware ini memperbaiki kelemahan yang ada di firmware sebelumnya, atau bisa juga ada penambahan fitur.

 

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal KRL Commuter Line, MRT, LRT, dan Kereta WHOOSH di Indonesia: Perbedaan & Keunggulan

  Mengenal KRL Commuter Line, MRT, LRT, dan Kereta WHOOSH di Indonesia: Perbedaan & Keunggulan Transportasi rel di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya berbagai moda kereta modern, mulai dari  KRL Commuter Line, MRT, LRT, hingga Kereta Cepat WHOOSH . Masing-masing memiliki fungsi, rute, dan keunggulan berbeda. Artikel ini akan membahas perbedaan mendasar antara keempat jenis kereta tersebut. 1. KRL Commuter Line – Transportasi Andalan Warga Jabodetabek Apa Itu KRL Commuter Line? KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line adalah kereta listrik yang melayani rute  Jabodetabek  (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Kereta ini dioperasikan oleh  PT KAI Commuter , anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Fitur Utama KRL Commuter Line ✅   Rute Terluas : Melayani 6 lintas utama (Bogor, Bekasi, Tanjung Priok, Tangerang, Depok, dan Cikarang). ✅   Tarif Terjangkau : Mulai dari  Rp 3.000–Rp 10.000  tergantung jarak. ✅ ...

Credly by Pearson, fungsi dan kegunanaan nya untuk apa?

  Credly adalah platform digital credentialing (pemberian kredensial digital) yang digunakan untuk menerbitkan, mengelola, dan membagikan sertifikat atau badge digital atas pencapaian tertentu, seperti: Fungsi utama Credly: Menerbitkan badge digital: Lembaga pelatihan, universitas, atau perusahaan bisa mengeluarkan badge digital kepada peserta pelatihan, karyawan, atau siswa yang menyelesaikan kursus, pelatihan, atau pencapaian tertentu. Menyimpan dan membagikan pencapaian: Pengguna bisa mengelola seluruh pencapaiannya di satu tempat dan membagikannya dengan mudah ke LinkedIn, CV, email, atau media sosial. Validasi keterampilan: Badge di Credly mengandung metadata yang bisa diverifikasi, termasuk: nama pemberi badge, kriteria pencapaian, dan tanggal pemberian. Ini membantu pemberi kerja melihat keterampilan yang sudah tervalidasi . Analitik dan pelacakan: Organisasi bisa melacak siapa saja yang menerima badge, bagaimana mereka membagikannya, dan...

Mengenal Profesi Network Automation Engineer: Peran, Skill, dan Masa Depannya

Mengenal Profesi Network Automation Engineer: Peran, Skill, dan Masa Depannya Dalam era modern yang serba otomatis, jaringan komputer juga tidak luput dari tren otomatisasi. Jika dulu pengelolaan jaringan identik dengan konfigurasi manual via CLI (Command Line Interface), kini semakin banyak organisasi yang beralih ke pendekatan otomatis. Di sinilah muncul peran penting seorang Network Automation Engineer . Apa Itu Network Automation Engineer? Network Automation Engineer adalah profesional yang bertanggung jawab dalam merancang, mengembangkan, dan menerapkan solusi otomatisasi untuk jaringan komputer . Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan keandalan dalam proses operasional jaringan — seperti konfigurasi, pemantauan, provisioning, dan troubleshooting. Dengan kata lain, mereka membantu jaringan “bekerja secara otomatis” dengan memanfaatkan skrip, API, dan tools otomatisasi lainnya.  Perbedaan dengan Network Engineer Tradisional Aspek ...